Konteks Organisasi bg.2

konteks organisasi
konteks organisasi ISO 17025

Apa sih sebenarnya konteks organisasi. ?? mari kita melihat beberapa persyaratan dari ISO 27001:2013, ISO 14001:2015 dan ISO 9001:2015 seperti pada tulisan di

Konteks Organisasi bg.1

Di standar ISO 27001:2013 dan ISO 14001:2015 dijelaskan bahwa organisasi / perusahaan harus

4.1 : tetapkan isu internal dan isu eksternal

4.2 tentukan kebutuhan dan harapan interested party (pihak terkait)

tidak ada keterangan lanjutan di standar, akan tetapi lihat note di ISO 9001:2015 kita mempunyai bantuan bagaimana menetapkan isu internal dan isu eksternal

note 1 : isu mencakup negatif dan positif

note 2 : isu eksternal mempertimbangkan legal , teknologi, persaingan, pasar, budaya, lingkungan ekonomi dan sosial

note 3: isu internal mempertimbangkan nilai, budaya, pengetahuan dan kinerja organisasi

Dengan cakupan ini bisa dikatakan bahwa konteks organisasi adalah membuat identifikasi konstektual perusahaan. Memetakan situasi dan kondisi terbaru perusahaan sehingga dapat dipertimbangkan risiko dan peluangnya ( ini dibahas pada klausul 6 yang akan menjadi pembahasan sendiri tentang manajemen risiko). Dalam bahasa sederhananya adalah kalo anda ingin menjadi presiden, anda harus melihat situasi anda sekarang. Identifikasi adakah partai yang akan membantu pencalonan, adakah dukungan dari masyarakat, adakah dana untuk kampanye, adakah kemampuan kepemimpinan dalam mengambil keputusan. Identifikasi konteks organisasi dapat melihat apakah ada budaya yang ditetapkan perusahaan? bagaimana situasi dan kondisinya. Adakah hambatan dalam unjuk kinerja, bagaimana risiko dan peluangnya

Jadi apa sebenernya konteks organisasi ?? lihat judul persyaratannya : MEMAHAMI ORGANISASI dan KONTEKSNYA. Memahami bagaimana organisasi berjalan. Bagaimana konteksnya (dengan memahami isu negatif dan positif, baik internal dan eksternal) serta mengidentifikasi kebutuhan dan harapan pihak yang mempunyai hubungan kerja/bisnis dengan organisasi

Terus pertanyaan penting berikutnya adalah bagaimana mendokumentasikannya ? Ini ISO !! harus ada dokumen tertulis. Sekali lagi ISO tidak menceritakan bagaimana persisnya teknik yang harus digunakan dalam mendokumentasikan konteks organisasi. Silahkan saja anda membuat dokumen yang berisi isu internal dan eksternal yang ada negatif dan positifnya serta kebutuhan dan harapan dari pihak terkait. Yang paling sederhana adalah membuat tabel berisi isu  yang kemudian ditambahkan kolom keterangan positif/negatif serta internal dan eksternal serta tabelpihak terkait yang ditambahkan identifikasi kebutuhan dan harapan. ATAU anda bisa menggunakan teknik manajemen lainnya, misal : Analisa SWOT, ada strength dan weakness sebagai isu internal positif dan negatif, ada opportunity dan threat sebagai isu eksternal positif dan negatif. Tentunya anda harus menambahkan kebutuhan dan harapan pihak terkait sebagai pelengkap persyaratan dari analisa SWOT yang dibuat.

Penggunaan tabel konteks organisasi

Pada prakteknya akan lebih mudah untuk membuat dengan menggunakan tabel karena point – point yang menjadi konteks organisasi akan cukup jelas diidentifikasi. Oleh karena itu banyak konsultan atau perusahaan menggunakan tabel dalam mengidentifikasi konteks organisasi.Eh tapi, karena cukup jelas teridentifikasi maka auditor juga akan lebih mudah menilai apakah konteks organisasi yang dibuat cukup nyambung dengan situasi dan kondisi yang ada di perusahaan. Penilaian auditor juga akan semakin tajam saat melihat point – point yang seharusnya sederhana tapi dibuat njelimet hehehe

Tabel atau deskripsi?

Jadi enaknya pake tabel atau deskripsi? terserah sih. Karena bagaimanapun area ini adalah area yang akan ditanyakan oleh auditor dalam rangka mengenal perusahaan yang akan di audit. Dengan memahami konteks organisasi maka auditor akan mempunyai penilaian tersendiri situasi dan kondisi perusahaan.kira2 begitu.. masih bingung?? silahkan komeng di kolom komeng yang tersedia 🙂
Share this
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll to Top